TRC PPA Sulteng Gelar Diskusi Bersama Dalam Gerakan Memutus Mata Rantai Tindak Kejahatan Terhadap Perempuan & Anak

Budaya Ekonomi Hukum Kesehatan Pemerintah Pendidikan Peristiwa Religi Sosial

TRC PPA Sulteng Gelar Diskusi Bersama Dalam Gerakan Memutus Mata Rantai Tindak Kejahatan Terhadap Perempuan & Anak

MEGAPOLITANJATIM.COM ,PALU – Dalam rangka mensunseskan Gerakan Memutus Mata Rantai Tindak Kejahatan Terhadap Perempuan & Anak, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak (TRC PPA) Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi Tengah menggelar diskusi bersama bertempat di Santika Hotel, Palu, (25/7/2020).

Hadir dalam giat tersebut, Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak (TRC PPA) Jeny Claudya Lumowa yang akrab di sapa Bunda Naumi, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah, perwakilan media se Sulteng dan seluruh jajaran pengurus TRC PPA Korwil Sulteng.

Dalam sambutannya, Kornas TRC PPA “Bunda Naumi” menyampaikan Apresiasi atas sambutan dan kekompakan seluruh tim yang hadir dalam diskusi tersebut. “Situasi dan kondisi saat ini, Indonesia dalam keadaan darurat permasalahan Perempuan & Anak” untuk itu butuh kekompakan dan kerjasama yang baik diantara pegiat perempuan & anak khususnya di Sulawesi Tengah ini, terangnya.

Demi suksesnya Gerakan Memutus Mata Rantai Tindak Kejahatan Terhadap Perempuan & Anak, TRC PPA Sulawesi Tengah siap untuk berkolaborasi dengan seluruh jajaran pegiat Perempuan & Anak termasuk dengan P2TP2A Provinsi Sulteng, tambah Bunda.

Diwaktu yang berbeda kepada awak media, Agustina Ketua TRC PPA Korwil Sulawesi Tengah menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada khususnya Bunda Naumi Kornas TRC PPA yang berkenan menyempatkan waktu di tengah jadwal kegiatannya yang sangat padat untuk bisa hadir dalam diskusi ini.

Semoga dengan hadirnya seluruh elmen pegiat perlindungan perempuan & anak Sulawesi Tengah dan jajaran awak media di Sulteng akan membuat kegiatan makin harmonis.

Harapannya kedepan tindak kejahatan terhadap perempuan & anak di Sulawesi Tengah dapat di minimalisir, pungkas Agustina.

(Gus/Sof/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *