Alasan Rumah Sakit Prioritas Utama Bagikan Nasi Gratis,Berikut Penuturan Penggiat Sosial

Opini

Magetan, Megapolitanjatim.com

Sosok Penggiat yang bergerak di bidang pengawasan pemerintahan yang juga aktif bidang Sosial Magetan Sofyan atau biasa di sapa teyenx menceritaKan kegiatan jumat berkah Makan Gratis alasan memprioritaskan rumah sakit.

Ia mengungkapkan dan beralasan memprioritaskan memberikan nasi gratis ke rumah sakit saat almarhum ibunda tercintanya terbaring di salah rumah sakit di waktu senggangnya menyempatkan diri jalan jalan keliling melihat suasana di sekitar ruang dan lorong dengan berbagai dinamika yang di pandangnya.

“Saya sempat duduk dan ngobrol menemani seorang bapak yang sudah tua menunggu istri kesayangannya di depan kamar pasien dengan wajah yang penuh capek letih dan lelah, kemudian saya bawakan kopi dan sebungkus nasi,” Kata Sofyan.

Sambil minum dan menyantap sebungkus nasi kakek berusia sekitar 70 tahun bernama (sen) menceritakan kisahnya  beberapa hari menunggu istri yang terbaring sakit, anak semata wayang jauh di perantauan hidup di rumah berdua dengan ekonomi yang pas pas an dan berprofesi sebagai tukang Rosok.

“Kulo pasrah Ten Gusti mawon mas, si penting sabar ikhlas berdoa terus kersane diparingi mukzizat, ( Saya pasrah ke Gustiallah saja mas, yang penting sabar ikhlas terus berdoa agar diberikan mukzizat,” Ungkap kakek tersebut.

Saat ditanya mengenai pengobatan di rumah sakit sang kakekpun tidak memiliki kartu BPJS, atau Bantuan dari desa beliau tinggal

“Kulo mboten gadah BPJS nopo Malih kartu saking pemerintah, bantuan mawon Kulo mboten angsal, (Saya gak punya BPJS, apalagi kartu dari pemerintah, bantuan saja gak pernah dapat,” ungkap kakek.

Untuk membayar biaya pengobatanpun melalui sumbangan dari saudara atau warga saat menjenguk dikumpulkan sedikit demi sedikit bahkan kakek dengan wajah keriput akan beranjak dari tempat saja tidak tega meninggalkan istri yang sedang sekarat.

Dengan derita cerita sosok kakek yang gigih Sofyan mempunyai inisiatif membuka warung makan gratis yang di bantu oleh beberapa rekan dari wartawan yang dilakukan setiap Jumat pagi.

“Saya buka warung makan gratis namun kami prioritaskan Rumah sakit dulu untuk penunggu pasien baru di distribusikan ke yang lain,” Ujar Sofyan,Selasa (17/02/26)

Program Makan Gratis yang dijalankan sudah lumayan lama  Sofyan tetap konsisten menjalankan bahkan suatu ketika ada  seorang warga pernah mencari keberadaan lokasi tempat kami tersebut.

” Ada seorang nenek usia kisaran 68 tahun malam hari menemui saya setelah sekian jam mencari alamat kami, hanya ingin mengucapkan terima kasih,” jelasnya.

Sempat terheran dan menjadi kebingungan Sofyan lantas ingin tau maksud tujuan kedatangan sosok nenek yang sedikit basah karena guyuran rintik hujan saat itu. Nenekpun cerita ketika menunggu putrinya saat melahirkan di rumah sakit merasa lapar dan tidak sempat belanja makan karena hampir menjelang tengah malam dan ingin keluarpun serasa jauh.

” Saya  keluar ingin mencari makan agak jauh sedangkan putri saya sendiri dan tiba tiba seketika itu ada pembagian nasi kotak diberikan secara gratis,” kata nenek.

Saat ditanya makanan dari mana petugaspun menjawab dari hamba Allah, nenekpun gigih tetap mencari asal usul  ahasil bertemulah dengan pemiliknya.

“Sampai kapanpun selama saya masih di berikan kesehatan,kekuatan program akan terus berjalan entah rezeki datang dari mana,” pungkas Sofyan. (Tim redaksi).