Sosok Aziz Ahli Modifikator  Otomotif Magetan Juga Ahli Mendidik Santri Qafidz Qur’an

Peristiwa

Sosok Aziz Ahli Modifikator  Otomotif Magetan Juga Ahli Mendidik Santri Qafidz Qur’an

Megapolitanjatim || Abdul Aziz Sosok yang low profile santun dan sabar juga berprofesi sebagai Modifikator otomotif ternyata juga memiliki kelebihan mengajar anak anak mengaji qur’an bahkan Qafidz  bagi anak anak bertempat di RT 05/09 Sawahan Kepolorejo Kabupaten Magetan.

Ustadz Abdul aziz memiliki istri serta dikaruniai tiga anak yang patut di acungi jempol karena sejak kecil kehidupannya di pondok pesantren juga mempunyai prestasi luar biasa.

Seperti anak pertama bernama Alimah binti abdul Aziz sudah hafalan 30 Juz dan sekarang sedang menyelesaikan pendidikan S1 tafsir Qur’an di ZAD Cianjur di sambi mengajar tahfidz qur’an kedua salim bin abdul aziz yang saat ini juga sudah menyelesaikan hafalan qur’an 30 juz dan sedang mondok di ponpes ibnu umar karang pandan setingkat SMA sedangkan putra ketiga bernama shuhaib bin abdul aziz juga di pondok yang sama setingkat 1 SMP juga sudah menyelesaikan hafalan 10 juz bahkan pernah prestasi juara tahfidz dan pidato 3 bahasa.

 

” Saya niat mendirikan tempat pendidikan Baitul Qur’an dari 2019 agar Akhlak dan adab sejak dini ditanamkan dan alhamdulillah berjalan 4 tahun kami memiliki sekitar 50 santri untuk anak anak,” Ujar Abdul Aziz, Jum’at, (03/03/23).

inisiatif berdirinya Baitul qur’an Al Aziz atau disebut sebagai
Rumah qur’an yang berlokasi di jl. salak rt 05 rw 09 kepolorejo magetan berawal dari keberhasilan putra putrinya yang berhasil dalam menghafal qur’an,sehingga mendirikan rumah qur’an tersebut.

” Selain khusus anak anak juga ada bagi remaja, dan ibu ibu yang belajar ngaji dengan menerapkan 6 hari belajar dari mulai senin sampai sabtu dimulai jam 09.00 pagi dan selesai jam 20.00 malam istirahat ketika makan dan sholat dan liburnya di hari ahad,” kata Ustadz Aziz.

Dengan niat serta keikhlasan ketika santri mengaji Ustadz Aziz juga memberikan kenyamanan dengan menyediakan minuman buat jama’ahnya .

“Alhamdulillah kami siapkan jamuan bagi santri , minimal teh manis hangat,dan di hari haru tertentu, jum’at misalnya sering kali ada donatur atau wali santri yg bersedekah jajan atau nasi untuk santri2,” paparnya.

Kurang lebih sekitar 50 Santri terdiri anak anak dan rata rata duduk di bangku Sekolah Dasar, TK atau Taman Kanak Kanak.

“Dengan mengajar sekitar 50 santri untuk anak anak harus penuh kesabaran keuletan berbagai karakter anak harus bisa mengimbangi karena buat saya adab serta akhlak mereka harus dibina dulu mulai anak bandel disini inshallah jadi nurut atas izin dan kemudahan dari ALLAH sedangkan Tempat Pendidikan Qur’an Baitul Qur’an yaitu sesuai moto kami Adab sebelum ilmu, ilmu sebelum amal, iman sebelum Al qur’an, Yang dimaksud adalah santri selain baca dan hafalan Al qur’an yg pertama diajarkan adalah adab dan akhlak, tandasnya.

Yang lebih istimewa dari pendidikan baitul qur’an milik Ustadz abdul aziz bersama keluarga ini semua serba digratisjan mulai biaya pendidikan, seragam, jamuan, bahkan program renang dan jalan2 pun semuanya gratis. Dengan menggratiskan semuanya justru banyak donatur yang ingin ikut kontribusi amal jariyah baik dari ta’mir masjid muhammadiyah yg berada di samping rumah, Al Qur’an, dari wali santri, dari saudara2nya bahkan ada dari pelanggan bengkel modif seperti 20 meja ngaji untuk para santri.

Sejauh ini menurut ustad Aziz saat di wawancarai menuturkan khussus untuk hafalan qur’an sudah selesai juz 30 dan ini lanjut sampai juz 29 surat Al insan dan
Rata2 mulai masuk masih awal iqro’1-6,lanjut Al qur’an dan menghafal Untuk baca qur’an nya sejauh ini sudah empat kali khatam bahkan hampir 5 kali.

“Jadi setiap santri yang khataman qur’an kami adakan acara makan2 bersama untuk memotifasi anak2 agar lebih rajin lagi ngajinya dan bagi yang santri yang di khitan anak anak kami ajak jalan dengan silaturrahmi ikut mendoakan sambil memberikan bingkisan sambil,” tutur Aziz.

Selain itu bagi santri yang berprestasi sebut Aziz akan diberikan hadiah dan ketika ada santri yang qatam akan bersama sama syukuran mendoakan juga penyerahan mushaf Al Qur’an untuk para santri yang lulus uji iqro’ 6.

Di Tempat Pendidikan Qur’an ini ternyata banyak santri dari luar desa yang menitipkannya, salah satu wali santri bernama Heri mengatakan merasa bangga dan nyaman ketika putrinya ikut ngaji.

“Alhamdulillah saya merasa nyaman dan tenang karena di era digitalisasi seperti pemakaian android anak jaman sekarang berlebihan pemakaiannya dan saya haturkan banyak terima kasih buat ustadz serta keluarganya yang sudah mendidik anak saya sampai bisa,” tutur heri

Salah satu warga sekitar juga mengapresiasi penuh dengan keberadaan TPQ milik Ustadz Aziz dan keluarga ini merupakan salah satu contoh bentuk motivasi bagi masyaarakat guna menyelamatkan generasi bangsa yang ditanam sejak awal agar iman, moral, dan akhlak terjaga.

“Saya ingin anak anak calon generasi bangsa tertanam iman dan ketaqwaan dengan keberadaan di era tekhnologi semakin maju minimal kami sudah bekali agar kedepan nanti bisa terjaga akhlak dan moral anak tersebut,” tutup Aziz. (Sof)