Supplier Proyek Pasar Baru Magetan Ngaku Belum Dibayar, Ancam Lakukan Pembongkaran

Ekonomi Hukum Pemerintah Peristiwa

Supplier Proyek Pasar Baru Magetan Ngaku Belum Dibayar, Ancam Lakukan Pembongkaran

Tak Dibayar, Suplier Bongkar Proyek Pasar

Magetan,|| Megapolitanjatim~~ Proyek pasar baru yang beberapa bulan lalu bermasalah terkait Puluhan pekerja upah atau bayarannya selama enam pekan bekerja belum terbayarkan kali ini memasuki cerita baru lagi.

Zainul arifin salah satu suplier bahan material proyek pekerjaan pasar baru magetan merasa geram lantaran material yang sudah masuk tidak terbayarkan. ” Karena semua bahan material yang sudah saya keluarkan tidak dibayar, terpaksa sore ini akan saya bongkar,” ucapnya sabtu (25/12/21).

Informasi yang digali Megapolitanjatim saat turun di lapangan supplier dan sub proyek senila 4.273 miliar nasibnya di ujung tanduk sedangkan termin terakhit sudah caer membuat mereka khawatir tidak dibayar.

“Pencairan termin ketiga sudah lewat harus memperhatikan ini. Jangan sampai Suplier seperti saya jadi korban,” tandasnya.

Zainul sempat menjelaskan bahwasannya akhir juli pekerjaan sudah mulai goyang dari tenaga sampai suplier material total 267 juta.” Nilai total yang keseluruhan yang sudah saya keluarkan 455 juta, bahan yang sudah saya keluarkan seperti batu pondasi, kamar mandi pemasangan granit maupun pemasangan plafon sudah kita selesaikan semua,” ungkap zainul.

Zainul sebelumnya sudah berusaha meminta surat kuasa dan surat pelaksanaan kerja untuk rekening kedepan yang bermaksud menjamin keamanan di kegiatan tersebut namun tidak ada solusi sama sekali.

Heru wisnu sebagai kuasa dari PT Sahabat Karsa Sejarti (SKS) pelaksanaan di pasar baru sebelumnya mendatangi zainul bersama BM nya Hendro menguraikan keluhan yang terjadi di proyek tersebut. Zainulpun langsung survey menuju lokasi pasar baru bersama yanto salah satu mandornya dan selanjutnya permalan itu juga menurut keterangan Yanto langsung menuju Jogja ke kediamannya Hendro. ” Saya sempat diberian rinciannya akhirnya per tanggal 10 saya memberikan uang 30 juta ke arif pribadi untuk nenangin tenaga biar buat operasional kerja,” tuturnya

Arif pribadi menurut penjelasan zainul masih ada keterkaitan hubungan dengan team atau groupnya Wisnu dan Hendro.

” Barang barang saya sudah terpasang semua,Saya minta pertanggung jawaban sesuai pola kerja dan hitungan,” ungkapnya.

Di tempat terpisah Nugraha dari team edit Zainul menyatakan untuk pekerjaan pasar baru hanya melanjutkan saja, sedangkan menurut Nugraha PT. SKS sendiri sudah mendapatkan 20% dari nilai kontrak akan tetapi pekerjaan sudah terhambat dari awal pekerjaan. ” Dari pihak kita baik dengan mereka dengan menutup hutang hutang tenaga yang sempat protes demo disini, Tapi dari pihak PT tidak ada niatan baik,” ucapnya.

Menurutnya PT. SKS yang sudah mendapatkan DP 20% belum sepeserpun yang diberikan kepihaknya. “Disini ada kejanggalan, saat pencairan yang bertanda tangan bukan Kepala cabang tapi Staffnya,” tutur Nugraha.

Bulan November Nugraha berusaha ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan Disperindag untuk minta mediasi tapi gagal, namun di bulan november PPK pihalnya dipertemuan oleh PT. Cabang SKS. ” sampai siang dini hari tadi belum ada titik temunya ,” jelas. Nugraha.

Proyek rehab pasar baru dengan nilai Milyaran yang seharusnya selesai tanggal 14 Desember , sedangkan sampai tanggal 25 Desember tidak adanya info perpanjangan atau denda masih kurang jelas.

Dengan ketidak jelasan mengenai tindak lanjut dan mediasi diupayakan juga gagal Zainul dan Nugrahapun mengambil sikap dengan melakukan Pembongkaran.

” Kalau memang ini tidak ada titik temunya , Kita akan melakukan Pembongkaran pekerjaan yang sudah kita laksanakan sebelum diserah terimakan oleh negara,” Tutupnya

 

Akhirnya dari pihak zainul , Mandor yanto bersama nugraha mendatangi salah satu pekerjaan membongkar kamar mandi yang sudah dikerjakan.

Bersambung…..

(Sof)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *