Peresmian Peluncuran Produk Riset, Teknologi, dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan COVID-19 (melalui Video Conference), 20 Mei 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Religi

Peresmian Peluncuran Produk Riset, Teknologi, dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan COVID-19 (melalui Video Conference), 20 Mei 2020, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Pada 20 Mei 2020,
Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden,
Bapak-Ibu hadirin yang saya hormati.

Saat ini dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah COVID-19 dan kita harus menjawabnya dengan inovasi dan karya-karya nyata yang konkret.

Dan ini adalah momentum baru, ini adalah momentum baru bagi kebangkitan bangsa, ini adalah momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi kita, dan khususnya di bidang kesehatan.

Di Hari Kebangkitan Nasional ini, kita bisa merujuk pada perjuangan dr. Cipto Mangunkusumo kala itu, yang berjuang di garis terdepan untuk membasmi penyakit pes yang saat itu sedang mewabah.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang saya hormati,
Hari ini kita patut berbangga karena dari tangan-tangan anak-anak bangsa, dari tangan-tangan kita sendiri, kita mampu menghasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan.

Kemarin saya sudah melihat sendiri, ada rapid test yang waktu saya tanya bisa produksi berapa, sudah kira-kira 100.000, kalau diproduksi sudah langsung jalan.

PCR test kit juga sama, saya tanya, “apakah sudah berproduksi?” “Sudah, Pak”, sudah uji dan sudah bisa berproduksi juga sama di atas 100.000. Kemudian ada ventilator/emergency ventilator.

Yang ini kemarin yang saya lihat ada karya dari BPPT, ITB, UI, UGM, dari PT Dharma, dari PT Poly Jaya, yang sudah mulai membuat ventilator dan ini tinggal produksinya. Kemudian juga ada Mobile Biosafety Level 2/BSL2 Laboratory, ini juga sudah bisa kita kerjakan sendiri.

Ada produk imunomodulator, juga sama, bisa kita bikin sendiri. Ada artificial intelligence untuk deteksi COVID-19, ini juga bisa kita kerjakan sendiri.

Dari yang saya lihat kemarin, saya sangat optimis bahwa hal-hal yang dulunya tidak pernah kita pikirkan dan kita hanya impor sekarang ini kita bisa mandiri karena kita bisa memproduksinya sendiri. Dan lebih dari itu, kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri.

Saya gembira Lembaga Eijkman sudah mendapatkan data mengenai 7 urutan genom, genom lengkap virus yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin. Dan saya juga senang, komunitas peneliti terus bekerja untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan COVID-19.

Karya-karya itu jangan berhenti di laboratorium, jangan juga hanya sebatas prototipe saja tapi harus terus berlanjut, harus bisa diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan domestik kita dan juga bisa kita ekspor ke mancanegara.

Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi antarkekuatan anak bangsa harus diperkuat. Lembaga-lembaga Litbang, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, masyarakat semuanya harus bekerja sama membangun ini.

Sudah saatnya dunia industri harus berani berinvestasi, sudah saatnya masyarakat harus juga mulai mencintai produk-produk dalam negeri dan kita harus bangga buatan Indonesia. Kita harus bangga buatan Indonesia.

Kita harus terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif.

Ekosistem bagi tumbuhnya, bagi berkembangnya inovasi, ekosistem industrialisasi, itu yang kita inginkan. Dan juga mentalitas bangga kepada produk dalam negeri.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim saya luncurkan produk inovasi COVID-19 hari ini.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏🏻🤝🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *