KASDAM II/SWJ BERANGKATKAN SATGAS YONIF RAIDER 200/BN KE PERBATASAN KALIMANTAN

Religi

KASDAM II/SWJ BERANGKATKAN SATGAS YONIF RAIDER 200/BN KE PERBATASAN KALIMANTANKASDAM II/SWJ BERANGKATKAN SATGAS YONIF RAIDER 200/BN KE PERBATASAN KALIMANTANKASDAM II/SWJ BERANGKATKAN SATGAS YONIF RAIDER 200/BN KE PERBATASAN KALIMANTAN

Palembang,(MJ)|| (Pendam II/Sriwijaya).
Bertempat di Dermaga Pelabuhan Boom Baru, Senin (11/5/2020) sekitar pukul. 08.00 WIB, Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Muhammad Zamroni, secara khusus memimpin upacara pemberangkatan 450 prajurit Yonif Raider 200/Bhakti Negara yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Satgas Ops Pamtas) di wilayah perbatasan antara Republik Indonesia – Malaysia.

Upacara pemberangkatan Satgas Ops Pamtas Yonif Raider 200/BN tersebut dihadiri oleh Danrem 044/Gapo Kolonel Arm Jauhari Agus Suraji, S.I.P., S. Sos., Para Asisten Kasdam II/Swj, Para Dan/Kabalakdam II/Swj, Danlanal Palembang, Wakasat Brimob Polda Sumsel, Kasatpol PP Prov. Sumsel dan beberapa tamu undangan.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., dalam amanatnya tertulis yang dibacakan Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni menyampaikan bahwa, Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang merupakan tempat penugasan nantinya, memiliki kerawanan berupa pergeseran patok tapal batas, pembalakan hutan, penambangan liar, mobilitas TKI ilegal, perdagangan ilegal serta penyelundupan narkoba dan minuman keras.

Keberadaan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 200/BN diharapkan tidak saja dapat mengamankan wilayah perbatasan, akan tetapi juga mampu membantu mengatasi kerawanan-kerawanan tersebut.

“Oleh karena itu, laksanakan tugas ini dengan penuh totalitas dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Jalin komunikasi dan koordinasi dengan Polri, Pemda, Bea Cukai, Imigrasi, Balai Karantina, Aparat Kowil setempat dan Tentara Diraja Malaysia yang bertugas di perbatasan”, ujarnya.

Kasdam juga menghimbau agar setibanya di daerah penugasan, untuk segera beradaptasi dengan lingkungan.

Memahami situasi dan kondisi wilayah dengan berbagai permasalahan yang ada serta melakukan analisa situasi dengan tepat sehingga terhindar dari kesalahan dalam pengambilan keputusan.

“Jaga nama baik Kodam II/Swj dan hindari segala bentuk pelanggaran serta perbuatan tidak terpuji, dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI di manapun kalian berada”, tegas Kasdam.

Dihadapan segenap prajurit Satgas Yonif Raider 200/BN, atas nama pribadi dan seluruh warga Kodam II/Swj, Kasdam II/Swj menyampaikan ucapkan selamat jalan dan selamat bertugas. “Semoga sukses dalam melaksanakan tugas mulia ini. Do’a kami semua menyertai langkah dan pengabdian kalian”, ucapnya.

Usai memimpin upacara pemberangkatan, Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni mengatakan bahwa, pemberangkatan 450 personel Batalyon Infanteri Raider 200/BN ke Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara(Kaltara) adalah dalam rangka ditugaskan untuk pengamanan wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Tugas pengamanan perbatasan darat negara yang akan dilaksanakan di Provinsi Kaltim dan Kaltara merupakan tugas rutin yang dilaksanakan TNI AD dalam operasi militer selain perang (OMSP) untuk menegakkan kedaulatan negara sebagaimana tertuang dalam undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI”, ungkap Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Senin (11/5/2020) kepada wartawan.

Adapun tugasnya kata Brigjen Zamroni, diantaranya pengecekan patok patok batas antara Indonesia dan Malaysia yang dilakukan bersama tentara Diraja Malaysia.

Selain itu, mencegah dan menindak penyelundupan narkotika maupun orang dan barang yang masuk maupun keluar dari Indonesia. “Pasukan yang kami kirim ini merupakan pasukan terbaik sehingga mampu menjaga wilayah perbatasan Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan, Satgas Pamtas Yonif Raider 200/BN yang dipimpin Dansatgas Mayor Inf Andi Irawan, akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan selama lebih kurang sembilan bulan.

“Personil Satgas Pamtas diberangkatkan ke wilayah perbatasan dengan menggunakan KRI Teluk Lampung – 540, akan melakukan perjalanan melalui jalur laut ditempuh sekitar kurang lebih satu minggu.

Sebagian akan diturunkan diwilayah Nunukan Kalimantan Timur dan sebagiannya lagi akan diturunkan di Tarakan Kalimantan Utara”, ujar Djohan.(team)

——– o0o ——–

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *